rumah adat sulawesi selatan

Rumah Adat Toraja Dari Sulawesi Selatan

Rumah Adat Toraja – Rumah adat sulawesi selatan merupakan salah satu kebudayaan lokal yang sudah dikenal oleh dunia. Nama rumah adat sulawesi selatan adalah rumah adat tongkonan. mungkin karena ciri khas rumah adat tongkonan ini sangat unik menjadikannya bisa dikenal oleh dunia.


Nama-nama Rumah Adat Toraja


rumah adat toraja
kebudayaanindonesia.net

Tongkonan adalah nama yang berasal dari kata tongkon yang memiliki arti duduk bersama-sama. Tongkonan terbagi menjadi 2 berdasarkan tingkatan dan peran penghuni rumah di dalam bermasyarakat. Tingkatan-nya adalah Tongkonan karua ( 8 rumah adat tongkonan ) dan tongkonan a’pa’ ( 4 rumah adat tongkonan ).

Tingkat rumah adat tongkonan karua diantaranya :

  1. Rumah adat tongkonan Pangrapa'(Kabarasan)
  2. Rumah adat tongkonan Sangtanete Jioan
  3. Rumah adat tongkonan Nosu (To intoi masakka’na)
  4. Rumah adat tongkonan Sissarean
  5. Rumah adat tongkonan Karampa’ Panglawa padang
  6. Rumah adat tongkonan Tomentaun
  7. Rumah adat tongkonan To’lo’le Jaoan
  8. Rumah adat tongkonan To Barana’

Rumah adat tongkonan A’pa’ terdiri dari:

  1. Rumah adat tongkonan Peanna Sangka’
  2. Rumah adat tongkonan To’induk
  3. Rumah adat tongkonan Karorrong
  4. Rumah adat tongkonan Tondok Bangla’

Oiya, rumah tongkonan bukanlah rumah adat yang digunakan untuk personal masyarakatnya. Melainkan rumah ini hanya digunakan untuk rumah pemerintahan desa. Selain itu kepemilikan rumah adat tongkonan hanya di dasarkan oleh garis keturungan nenek moyang. Karenanya tidak sembarangan orang yang bisa memiliki rumah ini.


Ciri Khas Rumah Adat Toraja Sulawesi Selatan


Meskipun satu pulau rumah adat sulawesi selatan sangatlah berbeda dengan rumah adat sulawesi utara. Bentuk atap rumah ini seperti perahu. Memang dari segi penampilan fisiknya rumah adat sulawesi selatan hampir sama seperti rumah gadang di sumatra barat. Ini dia ciri khas rumah toraja yang mencolok diantara  :

  • Ukiran Pada Dinding Rumah Toraja

    rumah adat sulawesi selatan
    corlena.wordpress.com

    Ukiran hiasan pada rumah tongkonan terbuat dari tanah liat. Kombinasi warna yang digunakan untuk mengukir ada 4 warna. yaitu, putih, kuning, hitam, dan merah. Bagi masyarakat toraja dari semua warna tersebut merupakan sebuah simbol kekuasaan tuhan. Putih simbol kesucian, kuning simbol kekuasaan, hitam simbol duka, dan merah simbol dari kehidupan manusia.

  • Bentuk Fisik Rumah Adat Sulawesi Selatan

    rumah adat tongkonan
    tradisikita.my.id

    Rumah tongkonan ini dilapisi oleh 3 dinding yang memiliki makna kematian, kehidupan, dan kelahiran. Sedangkan luas rumah-nya berbentuk persegi panjang yang memiliki makna arah mata angin. Rumah ini selalu di buat dengan menghadap ke arah utara, hal ini melambangkan awal dari sebuah kehidupan.

    Bagi penduduk tana toraja, awal dari sebuah kehidupan adalah sebuah berkah dan rejeki yang akan membuat hidup mereka menjadi lebih sejahtera dan makmur.

  • Stuktur Bangunan Rumah Adat Sulawesi Selatan

    rumah adat sulawesi selatan
    commons.wikimedia.org

    Struktur rumah tokongkonan tersusun atas 3, yaitu bagian atas (rattiangbanau), bagian tengan (kale banua), dan bagian bawah (sulluk banuan). Setiap bagiannya memiliki fungsi tersendiri, bagian atasnya terbuat dari bambu yang diikat dengan ijuk. biasanya bagian ini digunakan untuk menyimpan barang barang yang memiliki nilai dan harga jual yang tinggi.

    Bagian tengah ini terbagi menjadi tiga ruangan, yaitu kamar tidur sekaligus ruang tamu (tengalok), ruang makan sekaligus tempat menjamu tamu yang memiliki hubungan dekat dengan pemilik rumah (sali), dan yang terakhir adalah ruang kepala keluarga (sambung). Sulluk banua atau bagian bawah rumah ini biasanya digunakan untuk menyimpan hewan ternak dan alat alat pertanian.

  • Status Tanduk Kerbau

    rumah adat tongkonan
    mylovelytoraja.wordpress.com

    Nah pada bagian ini merupakan hiasan khas pada rumah tongkonan. Banyaknya tanduk kerbau yang dipasang di tiang depan rumah tongkonan ini melambangkan status pemilik rumah tersebut. semakin banyak tanduk kerbau maka semakin tinggi dan menjelaskan status sosial pemilik rumah. tak hanya itu tanduk ini juga melambangkan kemegahan di dalam rumah tersebut.


Filosofi Rumah Adat Toraja


rumah adat toraja
okezone.com

Seperti yang sudah di singgung di atas, tongkonan adalah nama yang berasal dari kata tongkon yang memiliki arti menduduki atau duduk bersama. Dikatakan duduk bersama karena pada zaman dahulu rumah ini merupakan tempat berkumpulnya para para pembesar suku untuk berdiskusi.

Fungsinya rumah adat ini adalah meningkatkan rasa sosial yang pada awalnya rumah ini menjadi pusat kekuasaan adat, pemerintahan dan perkembangan kehidupan sosial budaya masyarakat toraja.

Sesuai dengan nama rumah adat toraja, pemberian nama tongkonan ini juga di dasarkan oleh tata letak dan posisi rumah itu sendiri. Tongkonan Belo Langi memiliki arti tongkonan berada di tempat tertinggi. Hal ini juga di dasarkan pada nama daerah seperti Tongkonan Garampa dengan artinya yang khusus melekat pada tongkonan tersebut seperti Tongkonan Merbali.

Perbedaan jumlah ruangan dalam suatu rumah adat tongkonan memiliki makna sosial dan juga ekonomi. Semakin banyak ruangan di dalam satu rumah, maka semakin tinggi kedudukan rumah adat tersebut. Tata letak tangga dan pintu rumah tongkonan juga disesuaikan dengan konsep kepercayaan para warga toraja yaitu Aluk Todolo.

rumah adat tongkonan
pinemo.org

Pada dasarnya dekorasi arsitektur pada ketiga tongkonan tersebut, umumnya banyak mengandung makna ekonomi, sosial dan religius magis yang memiliki hubungan dengan realitas kehidupan sehari hari pada masyarakat Toraja.

Rumah adat Tongkonan juga digunakan untuk menyimpan mayat. Di tana toraja orang yang sudah mati tidak langsung dikuburkan. tetapi disimpan dalam rumah tongkonan. Mereka percaya mayat yang disimpan tidak berbau dan menjadi membusuk.

Caranya dengan membalsem mayat dengan ramuan tradisional yang dibuat dari getah pisang dan daun sirih. Sebelum upacara penguburan dilaksanakan. Mayat tersebut hanya dianggap sebagai ‘orang sakit‘ dan akan ditempatkan dalam peti khusus.

Peti mati tradisional di tana Toraja disebut “erong”. Berbentuk petinya jika kerbau untuk mayat laki-laki dan babi untuk mayat perempuan. Lain halnya dengan bangsawan berbentuk rumah adat. Sebelum dilakukan upacara penguburan, mayat, mayat terlebih dulu ditempatkan di alang sura atau lumbung padi selama 3 hari.

Sekilas penjelasan diatas mengenai rumah adat toraja dari sulawesi selatan. Mudah mudahan bermanfaat dan bisa menambahkan rasa cinta kita terhadap negara dan bangsa Indonesia ini. Sekian dan terima kasih.

2 pemikiran pada “Rumah Adat Toraja Dari Sulawesi Selatan

Tinggalkan komentar